Timphan hingga Sie Reuboh: Cita Rasa Autentik dari Dapur Lhoksukon
Timphan, keukarah, sie reuboh, dan kuah beulangong: empat masakan khas Aceh yang hidup di dapur rumah warga Lhoksukon, Aceh Utara.

Fakta Kunci
- Lhoksukon adalah kecamatan sekaligus ibu kota Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.
- Timphan adalah kue tradisional Aceh berbahan pisang, tepung ketan, dan santan, dikukus dalam daun pisang.
- Keukarah adalah camilan renyah Aceh berbahan tepung beras dan santan, dibentuk dengan cetakan khusus.
- Sie Reuboh adalah olahan daging sapi atau kerbau bersantan dengan bumbu rempah dan asam sunti.
- Kuah Beulangong adalah gulai daging besar yang lazim disajikan pada kenduri dan acara adat Aceh.
Dapur yang Menjaga Rasa
Pagi di Lhoksukon, ibu kota Kabupaten Aceh Utara, biasanya dimulai dari dapur. Uap dari kukusan timphan mengepul pelan, sementara di sudut lain dapur, seseorang sedang mengaduk santan untuk kuah beulangong. Di kecamatan yang menjadi pusat pemerintahan kabupaten ini, masakan bukan cuma soal kenyang. Ia menyimpan ingatan keluarga, cara orang tua dulu memasak, dan bumbu yang diwariskan lewat tangan, bukan buku resep.
Lhoksukon berada di dataran rendah pesisir timur Aceh. Iklim tropis basah, tanahnya subur, dan pasar-pasar kecamatan menjadi tempat bertemunya hasil kebun, hasil laut, serta rempah dari daerah sekitar. Dari situ, dapur-dapur rumah menghasilkan empat hidangan yang paling sering disebut orang: timphan, keukarah, sie reuboh, dan kuah beulangong.
Manis Lembut Timphan dan Renyah Keukarah
Timphan paling sering muncul saat pagi atau menjelang acara keluarga. Adonan dari pisang dan tepung ketan dibungkus daun pisang, lalu dikukus. Hasilnya lembut, manisnya tidak menyerang, dan aroma daunnya ikut terbawa saat dibuka. Bagi warga Lhoksukon, timphan bukan kue mewah. Ia justru hadir di meja sederhana, disandingkan dengan kopi atau teh.
Keukarah mengambil jalur berbeda. Camilan ini dibuat dari tepung beras dan santan, lalu dibentuk dengan cetakan khusus hingga berlapis-lapis dan tipis. Setelah digoreng atau dipanggang, teksturnya renyah dan ringan. Di banyak rumah di Aceh Utara, keukarah muncul saat lebaran atau hajatan. Membuatnya butuh kesabaran karena adonan harus dituang perlahan ke cetakan. Karena itu, keukarah sering jadi ukuran keahlian seseorang di dapur.
Sie Reuboh dan Kuah Beulangong, Rasa dari Kenduri
Kalau timphan dan keukarah berbicara soal camilan, sie reuboh bicara soal hidangan utama. Daging sapi atau kerbau dimasak lama dengan santan dan bumbu rempah. Asam sunti, hasil fermentasi belimbing wuluh yang khas Aceh, memberi rasa asam segar yang memotong gurihnya santan. Kuahnya pekat, warnanya cokelat gelap, dan aromanya kuat. Di Lhoksukon, sie reuboh kerap disiapkan untuk kenduri, pernikahan, atau jamuan tamu.
Kuah beulangong lebih besar lagi urusannya. Nama beulangong merujuk pada kuali besar tempat masakan ini diolah. Daging dan bumbu dimasak dalam jumlah banyak, biasanya untuk acara adat atau kenduri yang melibatkan tetangga dan kerabat. Karena porsinya besar, kuah beulangong jarang dibuat untuk makan sehari-hari. Ia makanan kebersamaan. Di dapur-dapur Lhoksukon, dua hidangan ini menunjukkan bahwa masakan Aceh tidak hanya pedas, tetapi juga kaya lapisan rasa dari rempah dan santan.
Bagi pendatang yang ingin mencoba, keempat hidangan ini relatif terjangkau dan mudah ditemukan di warung atau pasar kecamatan, terutama saat pagi dan menjelang acara tertentu. Rasanya paling otentik justru saat disajikan di rumah warga atau di acara kampung, bukan di tempat yang dibuat khusus untuk turis.
Cuplikan Video
Pertanyaan Umum
Apa saja makanan khas Lhoksukon?
Empat yang paling dikenal adalah timphan, keukarah, sie reuboh, dan kuah beulangong. Semuanya berbasis bahan lokal Aceh seperti pisang, tepung ketan, santan, dan asam sunti.
Apa itu sie reuboh?
Sie reuboh adalah olahan daging sapi atau kerbau yang dimasak dengan santan dan bumbu rempah. Rasa asamnya biasanya berasal dari asam sunti, belimbing wuluh yang difermentasi.
Kapan kuah beulangong biasanya disajikan?
Kuah beulangong umumnya disajikan pada acara adat, kenduri, atau pernikahan karena dimasak dalam jumlah besar menggunakan kuali besar.
Di mana bisa mencoba masakan khas Lhoksukon?
Warung dan pasar di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, biasanya menyediakan hidangan ini, terutama pada pagi hari dan saat ada acara kampung.